Membuka Gembok, Menaikkan Batas-batas Pikiran

Kerja keras, itulah salah satu rahasia sukses ala pikiran kita, sehingga segala bentuk penghalang kesuksesan siap diterjang dan dihancurkan .

Ketakutan, keraguan, kekhawatiran semuanya ada di dalam. Ia diciptakan sendiri oleh manusia. Ibarat gembok pintu, manusia yang pasang, manusia juga yang tergembok di sana.

Sebagian dari gembok-gembok itu adalah :

  • Tidak mungkin
  • Tidak  biasa
  • Belum pengalaman
  • Tidak yakin
  • Terlalu tua
  • Terlalu muda
  • Masa krisis
  • Pendidikan tidak cukup

Awalnya gembok-gembok tadi hanya “ Judul “ dari serangkaian pengalaman, namun kemudian berubah fungsi menjadi pagar-pagar yang membatasi perjalanan, membentuk keyakinan dan pada akhirnya menjadi gembok.

  • Tidak Mungkin, tidak biasa, terlalu tua dan seterusnya bukankah  hanya pagar-pagar dan gembok-gembok yang dibuat oleh pikiran ??
  • Pengetahuan dan pengalaman itu Netral, tetapi pikiranlah yang menjadi gembok-gembok penghalang.
  • Yang mengganggu bukan kejadian, melainkan opini seseorang terhadap kejadian. Kejadian tidak memberi dampak apa-apa. Namun pikiran yang mengkerangkakan dan pada akhirnya menimbulkan dampak pada manusia.
  • Bila anda berfikir kalah, ya anda kalah
  • Bila anda berfikir  tidak berani, ya tidak berani
  • Bila anda ingin menang, tapi berfikir anda bakal tidak menang. Hampir dipastikan anda bakal tidak menang.
  • Sukses dimulai dengan keinginan.
  • Untuk sukses anda harus berfikir tinggi untuk mencari kesuksesan.
  • Anda harus yakin  pada diri sendiri.
  • Perjuangan dalam hidup ini tidak selamanya dimenangkan oleh mereka yang kuat dan cepat.
  • Tetapi cepat atau lambat, orang yang menang itu mereka yang berfikir dan berkata “ YA AKU BISA !!!

(Junaedi Hariri, M.Ed )

Posted on Januari 23, 2012, in Informasi, pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. dan lingkungan pun turut membantu perubahan kita dari beberapa sisi.. selain optimis dari diri sendiri banyak faktor dari luar yang bisa juga menjadi penentu..

%d blogger menyukai ini: